Money Multiplier Calculator

Hitung penggatda uang (money multiplier)

Masukkan rasio cadangan dan uang awal

Hasil akan dihitung secara otomatis saat input terisi

Kalkulator Money Multiplier: Pengganda Uang & Dampak Kebijakan Moneter

Hitung pengganda uang (money multiplier) berdasarkan rasio cadangan wajib dan rasio uang kartal. Pahami dampak injeksi likuiditas pada jumlah uang beredar.

Rumus Money Multiplier

m = (1 + c) / (r + c)

Keterangan:

  • mMoney Multiplier (Pengganda Uang)
    Money Multiplier (Pengganda Uang)(contoh: 4)
  • rRasio Cadangan Wajib dalam desimal (misal 0,1 = 10%)
    Rasio Cadangan Wajib dalam desimal (misal 0,1 = 10%)(contoh: 0,1)
  • cRasio Uang Kartal terhadap Deposito dalam desimal (misal 0,2 = 20%)
    Rasio Uang Kartal terhadap Deposito dalam desimal (misal 0,2 = 20%)(contoh: 0,2)

Cara Menggunakan Kalkulator Money Multiplier

  1. 1

    Masukkan Rasio Cadangan Wajib (r)

    Input rasio cadangan wajib yang ditetapkan oleh bank sentral dalam bentuk desimal. Contoh: 0,1 setara 10%.

  2. 2

    Masukkan Rasio Uang Kartal terhadap Deposito (c)

    Jika tidak diketahui, isi 0. Nilai ini dapat diperoleh dari data statistik bank sentral. Semakin besar c, semakin kecil multiplier.

  3. 3

    (Opsional) Masukkan Perubahan Basis Uang (ΔMB)

    Jika ingin menghitung dampak injeksi atau penarikan likuiditas, masukkan nilai perubahan dalam satuan mata uang (misal triliun rupiah).

  4. 4

    Klik Hitung

    Sistem akan menampilkan besaran money multiplier dan perubahan total jumlah uang beredar berdasarkan data yang diinput.

Contoh Perhitungan

Contoh 1: Money multiplier sederhana (tanpa uang kartal)

Soal:

Bank sentral menetapkan rasio cadangan wajib sebesar 10%. Diasumsikan tidak ada uang kartal yang beredar di luar deposito (c=0). Hitung money multiplier dan jika bank sentral melakukan injeksi likuiditas sebesar 1 triliun rupiah, berapa potensi peningkatan jumlah uang beredar?

Penyelesaian:
  1. 1.Money multiplier = (1 + 0) / (0,1 + 0) = 1 / 0,1 = 10
  2. 2.Perubahan M = multiplier × ΔMB = 10 × 1 triliun = 10 triliun rupiah
Hasil:Money multiplier = 10. Peningkatan jumlah uang beredar maksimal = 10 triliun rupiah.

Dengan reserve ratio 10%, setiap injeksi likuiditas akan berlipat 10 kali dalam sistem perbankan. Namun, asumsi ini mengabaikan adanya uang kartal yang dipegang masyarakat.

Contoh 2: Money multiplier dengan faktor uang kartal

Soal:

Rasio cadangan wajib 10% dan rasio uang kartal terhadap deposito diketahui 15% (c=0,15). Bank sentral melakukan pembelian surat berharga senilai 500 miliar rupiah. Hitung money multiplier dan potensi peningkatan jumlah uang beredar.

Penyelesaian:
  1. 1.Money multiplier = (1 + 0,15) / (0,1 + 0,15) = 1,15 / 0,25 = 4,6
  2. 2.Peningkatan M = 4,6 × 500 miliar = 2,3 triliun rupiah
Hasil:Money multiplier = 4,6. Peningkatan jumlah uang beredar = 2,3 triliun rupiah.

Keberadaan uang kartal mengurangi efek penggandaan uang. Semakin tinggi rasio uang kartal (c), semakin rendah multipliernya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu money multiplier atau pengganda uang?
Money multiplier adalah angka yang menunjukkan seberapa besar jumlah uang beredar dapat berubah akibat perubahan basis uang (monetary base). Semakin tinggi rasio cadangan wajib atau rasio uang kartal, semakin kecil multipliernya.
Bagaimana pengaruh rasio cadangan wajib terhadap money multiplier?
Rasio cadangan wajib berbanding terbalik dengan money multiplier. Jika bank sentral menaikkan RRR, multiplier mengecil, sehingga jumlah uang beredar berkurang (kontraksi). Sebaliknya, turunnya RRR memperbesar multiplier dan mendorong ekspansi kredit.
Apa perbedaan money multiplier sederhana dengan money multiplier riil?
Money multiplier sederhana hanya mempertimbangkan reserve requirement ratio, dengan asumsi semua uang disimpan sebagai deposito. Money multiplier riil juga memperhitungkan currency-deposit ratio dan excess reserves, sehingga nilainya lebih rendah dan lebih realistis.
Mengapa bank sentral perlu memperhatikan money multiplier?
Dengan mengetahui money multiplier, bank sentral dapat memperkirakan dampak operasi pasar terbuka (OTP) terhadap jumlah uang beredar. Hal ini penting untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi.
Apakah money multiplier selalu tetap?
Tidak. Money multiplier berubah jika terjadi perubahan perilaku masyarakat (rasio uang kartal) atau kebijakan bank (cadangan wajib, suku bunga). Pada krisis finansial, multiplier cenderung menurun karena bank menahan kelebihan cadangan.

Kalkulator Terkait

Referensi