Price Elasticity Calculator

Hitung elastisitas harga permintaan (PED)

Masukkan harga dan kuantitas awal serta akhir

Hasil akan dihitung secara otomatis saat input terisi

Kalkulator Elastisitas Harga Permintaan dan Penawaran Online – KalkuLab

Hitung elastisitas harga permintaan dan penawaran dengan mudah. Kalkulator gratis ini menggunakan rumus arc elasticity untuk analisis ekonomi mikro.

Rumus Elastisitas Harga (Arc Elasticity)

E = ((Q2 - Q1) / ((Q1 + Q2) / 2)) / ((P2 - P1) / ((P1 + P2) / 2))

Keterangan:

  • Q1Jumlah barang awal (quantity)
    Jumlah barang awal (quantity)(contoh: 100 unit)
  • Q2Jumlah barang baru
    Jumlah barang baru(contoh: 80 unit)
  • P1Harga awal
    Harga awal(contoh: Rp 10.000)
  • P2Harga baru
    Harga baru(contoh: Rp 12.000)
  • EKoefisien elastisitas harga
    Koefisien elastisitas harga(contoh: -1,5 (elastis))

Cara Menggunakan Kalkulator Elastisitas Harga

  1. 1

    Masukkan Harga Awal (P1)

    Isi harga barang sebelum perubahan (misal: 10000 untuk Rp 10.000). Gunakan angka tanpa titik atau koma.

  2. 2

    Masukkan Jumlah Awal (Q1)

    Isi jumlah barang yang diminta atau ditawarkan pada harga awal (contoh: 100).

  3. 3

    Masukkan Harga Baru (P2)

    Isi harga barang setelah perubahan.

  4. 4

    Masukkan Jumlah Baru (Q2)

    Isi jumlah barang yang diminta/ditawarkan setelah perubahan harga.

  5. 5

    Klik Hitung & Lihat Hasil

    Kalkulator akan menghitung koefisien elastisitas harga dan memberikan interpretasi apakah elastis, inelastis, atau unitary elastic.

Contoh Perhitungan

Contoh 1: Elastisitas Permintaan (Barang Elektronik)

Soal:

Sebuah toko elektronik menjual TV seharga Rp 5.000.000 dan mampu menjual 40 unit per bulan. Setelah harga diturunkan menjadi Rp 4.500.000, penjualan naik menjadi 55 unit. Hitung elastisitas harga permintaan TV tersebut!

Penyelesaian:
  1. 1.Masukkan P1 = 5000000, Q1 = 40
  2. 2.Masukkan P2 = 4500000, Q2 = 55
  3. 3.Hitung ΔQ = 55 - 40 = 15, ΔP = 4500000 - 5000000 = -500000
  4. 4.Hitung rata-rata Q = (40+55)/2 = 47,5; rata-rata P = (5000000+4500000)/2 = 4750000
  5. 5.E = (15/47,5) / (-500000/4750000) = (0,3158) / (-0,1053) = -3,0
Hasil:Koefisien elastisitas permintaan = |E| = 3,0 (negatif menunjukkan hubungan terbalik)

Permintaan TV bersifat elastis (|E| > 1), artinya perubahan harga menyebabkan perubahan permintaan yang lebih besar secara proporsional.

Contoh 2: Elastisitas Penawaran (Produk Pertanian)

Soal:

Seorang petani menjual cabai dengan harga Rp 30.000/kg dan menawarkan 50 kg per minggu. Saat harga naik menjadi Rp 36.000/kg, ia menawarkan 65 kg. Hitung elastisitas harga penawarannya!

Penyelesaian:
  1. 1.Masukkan P1 = 30000, Q1 = 50
  2. 2.Masukkan P2 = 36000, Q2 = 65
  3. 3.ΔQ = 65 - 50 = 15, ΔP = 36000 - 30000 = 6000
  4. 4.Rata-rata Q = (50+65)/2 = 57,5; rata-rata P = (30000+36000)/2 = 33000
  5. 5.E = (15/57,5) / (6000/33000) = (0,2609) / (0,1818) = 1,43
Hasil:Koefisien elastisitas penawaran = 1,43 (positif menunjukkan hubungan searah)

Penawaran cabai bersifat elastis (E > 1), artinya petani cukup responsif terhadap perubahan harga.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu elastisitas harga?
Elastisitas harga adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar perubahan jumlah permintaan atau penawaran suatu barang akibat perubahan harga. Koefisien di atas 1 (dalam nilai absolut) menandakan elastis, kurang dari 1 inelastis, dan sama dengan 1 unitary elastic.
Apa perbedaan elastisitas permintaan dan penawaran?
Elastisitas permintaan mengukur reaksi konsumen terhadap perubahan harga (biasanya bertanda negatif karena hubungan terbalik), sedangkan elastisitas penawaran mengukur reaksi produsen (bertanda positif). Keduanya menggunakan rumus yang sama, tetapi interpretasi koefisiennya berbeda.
Mengapa hasil elastisitas permintaan sering negatif?
Karena hukum permintaan menyatakan bahwa jika harga naik, jumlah yang diminta turun (hubungan terbalik). Sehingga ΔQ dan ΔP memiliki tanda berlawanan, menghasilkan koefisien negatif. Dalam analisis sering digunakan nilai absolut agar lebih mudah dibandingkan.
Faktor apa saja yang mempengaruhi elastisitas harga?
Beberapa faktor penting antara lain: ketersediaan barang substitusi, proporsi pendapatan untuk barang tersebut, kebutuhan primer vs sekunder, jangka waktu analisis, dan loyalitas merek.
Apa kegunaan mengetahui elastisitas harga bagi bisnis?
Bisnis dapat menentukan strategi harga yang optimal. Jika permintaan elastis, penurunan harga akan meningkatkan total pendapatan. Sebaliknya jika inelastis, kenaikan harga justru dapat meningkatkan pendapatan. Analisis elastisitas juga membantu dalam perencanaan produksi dan penetapan pajak.

Kalkulator Terkait

Referensi