ROI (Return on Investment)

Hitung ROI dari investasi Anda

ROI = ((Keuntungan - Biaya) / Biaya) × 100%
Rp

Hasil dari investasi

Rp

Modal yang dikeluarkan

Hasil akan dihitung secara otomatis saat input terisi

Kalkulator ROI Online - Hitung Return on Investment dengan Mudah & Akurat

Hitung Return on Investment (ROI) online gratis. Pelajari cara menghitung keuntungan investasi dengan formula akurat untuk bisnis, saham, properti, dan lainnya.

Rumus Return on Investment (ROI)

ROI = ((Pendapatan - Biaya Investasi) / Biaya Investasi) × 100%

Keterangan:

  • PendapatanTotal nilai yang diterima dari investasi (nilai jual, dividen, atau keuntungan lainnya).
    Total nilai yang diterima dari investasi (nilai jual, dividen, atau keuntungan lainnya).(contoh: Rp 15.000.000)
  • Biaya InvestasiTotal modal awal yang dikeluarkan untuk investasi.
    Total modal awal yang dikeluarkan untuk investasi.(contoh: Rp 10.000.000)
  • Keuntungan BersihSelisih antara Pendapatan dan Biaya Investasi (Pendapatan − Biaya).
    Selisih antara Pendapatan dan Biaya Investasi (Pendapatan − Biaya).(contoh: Rp 5.000.000)
  • ROI (%)Persentase keuntungan relatif terhadap modal yang ditanamkan.
    Persentase keuntungan relatif terhadap modal yang ditanamkan.(contoh: 50%)

Cara Menggunakan Kalkulator ROI

  1. 1

    Masukkan Biaya Investasi

    Isi kolom "Modal Investasi" dengan total dana yang Anda keluarkan untuk investasi. Contoh: modal awal saham, biaya produksi, atau harga beli aset.

  2. 2

    Masukkan Total Pendapatan

    Isi kolom "Pendapatan" dengan nilai akhir yang Anda terima dari investasi tersebut, termasuk nilai jual, dividen, bunga, atau hasil lainnya.

  3. 3

    Opsional: Tentukan Periode Waktu

    Jika ingin mengetahui ROI per tahun (annualized ROI), masukkan durasi investasi dalam satuan bulan atau tahun untuk hasil yang lebih akurat.

  4. 4

    Klik "Hitung" dan Lihat Hasil

    Sistem akan otomatis menampilkan nilai ROI dalam bentuk persentase, keuntungan bersih, dan estimasi ROI per tahun jika periode waktu diisi.

Contoh Perhitungan

Contoh 1: Investasi Saham

Soal:

Andi membeli saham sebuah perusahaan senilai Rp 10.000.000. Setelah 1 tahun, saham tersebut dijual seharga Rp 12.500.000 dan Andi juga menerima dividen sebesar Rp 500.000. Berapakah ROI investasi Andi?

Penyelesaian:
  1. 1.Hitung total pendapatan: Rp 12.500.000 + Rp 500.000 = Rp 13.000.000
  2. 2.Hitung keuntungan bersih: Rp 13.000.000 − Rp 10.000.000 = Rp 3.000.000
  3. 3.Hitung ROI: (Rp 3.000.000 / Rp 10.000.000) × 100% = 30%
Hasil:ROI investasi saham Andi adalah 30% dalam 1 tahun.

Artinya, setiap Rp 1.000 yang ditanamkan Andi menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp 300 dalam satu tahun.

Contoh 2: Bisnis Online

Soal:

Ibu Rina membuka bisnis online dengan modal awal Rp 5.000.000 untuk stok barang dan pemasaran. Dalam 6 bulan, omzet yang dihasilkan mencapai Rp 8.000.000. Berapakah ROI dan annualized ROI-nya?

Penyelesaian:
  1. 1.Hitung keuntungan bersih: Rp 8.000.000 − Rp 5.000.000 = Rp 3.000.000
  2. 2.Hitung ROI 6 bulan: (Rp 3.000.000 / Rp 5.000.000) × 100% = 60%
  3. 3.Hitung annualized ROI: ((1 + 0,6)^(12/6) − 1) × 100% = ((1,6)^2 − 1) × 100% = 156%
Hasil:ROI 6 bulan = 60%, Annualized ROI = 156%

Meskipun ROI 6 bulan terlihat sudah bagus (60%), jika diekstrapolasi ke satu tahun penuh, bisnis Ibu Rina berpotensi menghasilkan ROI tahunan sebesar 156% — angka yang sangat menguntungkan.

Contoh 3: Investasi Properti

Soal:

Pak Darto membeli properti Rp 500.000.000 dan menghabiskan Rp 20.000.000 untuk renovasi. Setelah 3 tahun, properti dijual Rp 650.000.000. Berapa ROI investasi properti Pak Darto?

Penyelesaian:
  1. 1.Hitung total biaya investasi: Rp 500.000.000 + Rp 20.000.000 = Rp 520.000.000
  2. 2.Hitung keuntungan bersih: Rp 650.000.000 − Rp 520.000.000 = Rp 130.000.000
  3. 3.Hitung ROI total: (Rp 130.000.000 / Rp 520.000.000) × 100% = 25%
  4. 4.Hitung ROI per tahun: 25% / 3 tahun = ±8,33% per tahun
Hasil:ROI total 3 tahun = 25%, atau rata-rata 8,33% per tahun.

Investasi properti Pak Darto memberikan ROI rata-rata 8,33% per tahun, angka yang cukup wajar untuk investasi jangka panjang yang minim risiko.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu ROI (Return on Investment)?
ROI atau Return on Investment adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur efisiensi atau tingkat keuntungan dari suatu investasi. ROI dinyatakan dalam bentuk persentase dan menunjukkan seberapa besar keuntungan (atau kerugian) yang dihasilkan relatif terhadap modal yang ditanamkan.
Berapa angka ROI yang dianggap bagus?
Standar ROI yang "bagus" bergantung pada jenis investasi dan tingkat risikonya. Secara umum, ROI di atas 10% per tahun dianggap baik untuk investasi berisiko rendah-menengah, sedangkan investasi berisiko tinggi seperti startup atau saham growth bisa menargetkan ROI di atas 20-30% per tahun. Yang terpenting adalah ROI harus lebih tinggi dari tingkat inflasi dan biaya peluang (opportunity cost).
Apa perbedaan ROI dan ROE?
ROI (Return on Investment) mengukur efisiensi total investasi terhadap seluruh modal yang ditanamkan, sedangkan ROE (Return on Equity) khusus mengukur keuntungan terhadap modal ekuitas (modal sendiri) saja. ROE berguna untuk menilai kinerja perusahaan dari sudut pandang pemegang saham, sementara ROI lebih fleksibel untuk menilai investasi apa pun.
Apakah ROI sudah memperhitungkan faktor waktu?
Tidak. ROI standar bersifat time-agnostic (tidak memperhitungkan durasi). Untuk investasi jangka panjang, gunakan Annualized ROI (ROI per tahun) agar perbandingan antar investasi dengan durasi berbeda menjadi lebih adil. Rumusnya: Annualized ROI = ((1 + ROI)^(1/tahun) − 1) × 100%.
Bisakah ROI bernilai negatif?
Ya, ROI bernilai negatif ketika pendapatan dari investasi lebih kecil dari biaya investasi (rugi). Misalnya, jika Anda membeli aset Rp 1.000.000 dan hanya menjualnya Rp 800.000, maka ROI-nya adalah −20%. ROI negatif menandakan investasi tersebut merugi dan perlu dievaluasi ulang.
Apa keterbatasan kalkulator ROI?
ROI tidak memperhitungkan nilai waktu uang (time value of money), inflasi, biaya tersembunyi, risiko, dan pajak. Untuk analisis lebih mendalam, ROI sebaiknya dikombinasikan dengan metrik lain seperti NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), atau payback period.

Kalkulator Terkait

Referensi