Apa itu Kalkulator Pembagian Waris Islam?
Pembagian waris dalam Islam atau yang dikenal dengan istilah Faraid adalah ilmu yang mengatur distribusi harta peninggalan pewaris kepada ahli waris yang berhak menerimanya berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Hukum waris Islam memiliki aturan yang sangat rinci dan adil, memastikan bahwa setiap anggota keluarga mendapatkan haknya sesuai dengan kedekatan hubungan dan jenis kelamin.
Prinsip Dasar Pembagian Waris (Faraid)
Bagian Ahli Waris = Harta Bersih × Porsi (1/2, 1/4, 1/8, 1/3, 1/6, 2/3, atau Ashabah)Keterangan:
- Harta BersihTotal Harta BersihHarta setelah hutang dan wasiat(contoh: Rp 500.000.000)💡 Dasar perhitungan waris
- Dzawil FurudAhli Waris Porsi TetapIstri, Suami, Ibu, Ayah, Anak Perempuan(contoh: Istri mendapat 1/8)💡 Hitung porsi tetap
- AshabahSisa HartaAnak laki-laki sebagai ahli waris sisa(contoh: Sisa setelah dzawil furud)💡 Hitung sisa harta
- HajbHambatanMenghalangi hak waris tertentu(contoh: Ibu jadi 1/6 bila ada anak)💡 Cek hambatan waris
Kategori:
Cara Menggunakan Kalkulator Pembagian Waris
Masukkan data ahli waris yang masih hidup dan total harta, sistem akan menghitung otomatis sesuai hukum faraid.
- 1
Masukkan Total Harta
Masukkan nilai total harta peninggalan setelah dikurangi hutang almarhum dan biaya jenazah.
- 2
Kurangi Wasiat
Masukkan nilai wasiat (maksimal 1/3 dari harta sesuai syariat), sisanya yang akan dibagi.
- 3
Pilih Ahli Waris
Centang ahli waris yang masih hidup: suami/istri, anak, orang tua, saudara, dll.
- 4
Lihat Hasil
Sistem akan menampilkan pembagian harta lengkap dengan nominal rupiah untuk masing-masing ahli waris.
💡 Tips Penggunaan:
- •Pastikan data ahli waris akurat dan sesuai dengan kondisi terkini.
- •Wasiat tidak boleh melebihi 1/3 dari total harta menurut syariat.
- •Konsultasikan hasil dengan KUA atau ahli waris untuk konfirmasi akhir.
Contoh Perhitungan
Contoh 1: Pewaris Laki-laki, Meninggalkan Istri dan 2 Anak
Pak Budi meninggal, meninggalkan harta Rp 360.000.000. Ahli waris: Istri, 1 anak laki-laki, 1 anak perempuan. Bagaimana pembagiannya?
- 1.Istri mendapat 1/8 = 1/8 × Rp 360.000.000 = Rp 45.000.000
- 2.Sisa harta = Rp 360.000.000 - Rp 45.000.000 = Rp 315.000.000
- 3.Sisa menjadi Ashabah untuk anak-anak
- 4.Anak Laki : Anak Perempuan = 2 : 1
- 5.Total bagian = 2 + 1 = 3
- 6.Anak Laki-laki = 2/3 × Rp 315.000.000 = Rp 210.000.000
- 7.Anak Perempuan = 1/3 × Rp 315.000.000 = Rp 105.000.000
Harta terbagi habis dengan anak laki-laki mendapat 2x lipat anak perempuan dari sisa setelah bagian istri.
Contoh 2: Pewaris Perempuan, Meninggalkan Suami dan Orang Tua
Ibu Ani meninggal, meninggalkan harta Rp 240.000.000. Ahli waris: Suami, Ayah, Ibu. Bagaimana pembagiannya?
- 1.Suami mendapat 1/4 = 1/4 × Rp 240.000.000 = Rp 60.000.000
- 2.Ayah mendapat 1/6 = 1/6 × Rp 240.000.000 = Rp 40.000.000
- 3.Ibu mendapat 1/6 = 1/6 × Rp 240.000.000 = Rp 40.000.000
- 4.Total terbagi = Rp 60jt + Rp 40jt + Rp 40jt = Rp 140.000.000
- 5.Sisa = Rp 240jt - Rp 140jt = Rp 100.000.000
- 6.Sisa (Radd) dibagi rata atau proporsi ke ahli waris yang ada
Dalam kasus ini terjadi Radd (pengembalian sisa) karena semua ahli waris adalah Dzawil Furud dan tidak ada Ashabah.
Contoh 3: Kasus dengan Wasiat (Maksimal 1/3)
Pak Candra meninggal dengan harta Rp 600.000.000. Ahli waris: Istri dan 1 anak laki-laki. Ada wasiat Rp 100.000.000 untuk yayasan. Bagaimana pembagiannya?
- 1.Cek wasiat: Rp 100jt < 1/3 × Rp 600jt = Rp 200jt (SAH)
- 2.Harta setelah wasiat = Rp 600jt - Rp 100jt = Rp 500.000.000
- 3.Istri mendapat 1/8 = Rp 62.500.000
- 4.Sisa = Rp 500jt - Rp 62,5jt = Rp 437.500.000
- 5.Anak laki-laki (Ashabah) = Rp 437.500.000
Wasiat yang tidak melebihi 1/3 harta akan dikurangi dulu sebelum harta dibagikan kepada ahli waris.
Contoh 4: Kasus Hajb (Hambatan) - Ayah dihalangi oleh Anak
Seorang wanita meninggal, meninggalkan harta Rp 180.000.000. Ahli waris: Suami, Ayah, Ibu, dan 1 anak laki-laki. Bagaimana pembagiannya?
- 1.Suami mendapat 1/4 = Rp 45.000.000
- 2.Ibu mendapat 1/6 = Rp 30.000.000
- 3.Karena ada anak laki-laki, Ayah terhambat (Hajb) dari 1/6 menjadi Ashabah bersama anak
- 4.Sisa = Rp 180jt - Rp 45jt - Rp 30jt = Rp 105.000.000
- 5.Sisa dibagi: Anak Laki (Ashabah) dan Ayah (Ashabah) dengan proporsi
Keberadaan anak laki-laki menghambat (Hajb) porsi tetap Ayah, membuat Ayah menjadi bagian Ashabah bersama anak.