Apa itu Hukum Hooke?
Hukum Hooke adalah prinsip fisika yang menyatakan bahwa gaya pemulih pada pegas berbanding lurus dengan pertambahan panjang (atau perpendekan) pegas tersebut, selama masih dalam batas elastisitasnya. Dinyatakan dengan rumus F = -k × Δx, di mana tanda negatif menunjukkan bahwa gaya pemulih selalu berlawanan arah dengan simpangan.
Rumus Hukum Hooke & Energi Pegas
F = -k × ΔxRumus: Ep = ½ × k × (Δx)² ; kt(seri) = 1/(1/k₁ + 1/k₂ + ...) ; kt(paralel) = k₁ + k₂ + ...Keterangan:
- FGaya Pemulih (Newton)Gaya yang dihasilkan pegas(contoh: 10 N)💡 Gaya pada shockbreaker motor
- kKonstanta Pegas (N/m)Kekakuan pegas, semakin besar semakin kaku(contoh: 100 N/m)💡 Kekakuan spring bed
- ΔxPerpanjangan (meter)Perubahan panjang dari posisi setimbang(contoh: 0,05 m)💡 Penyusutan pegas timbangan
- EpEnergi Potensial (Joule)Energi tersimpan dalam pegas(contoh: 1,25 J)💡 Energi pada pegas mainan
- ktKonstanta Total (N/m)Konstanta gabungan rangkaian pegas(contoh: 200 N/m)💡 Sistem suspensi kendaraan
Hukum Hooke & Rangkaian Pegas
Hukum Hooke menyatakan F = -kx (gaya berbanding lurus dengan simpangan). Energi potensial pegas Ep = ½kx². Untuk rangkaian: Seri menghasilkan kekakuan total lebih kecil (lebih lentur), Paralel menghasilkan kekakuan total lebih besar (lebih kaku).
- 1Hukum Hooke: F = -k × Δx - Gaya pemulih berlawanan arah dengan simpangan
- 2Energi Pegas: Ep = ½ × k × (Δx)² - Energi tersimpan dalam pegas
- 3Seri: 1/kt = 1/k₁ + 1/k₂ + ... - Kekakuan total mengecil
- 4Paralel: kt = k₁ + k₂ + ... - Kekakuan total membesar
Kategori:
Cara Menggunakan Kalkulator Hukum Hooke Kalkulab
Kalkulator ini memiliki 5 mode perhitungan utama. Ikuti langkah-langkah berikut sesuai dengan kebutuhan Anda:
- 1
Pilih Mode Perhitungan
- 2
Masukkan Nilai yang Diketahui
- 3
Input Rangkaian Pegas (Mode 5)
- 4
Tekan Tombol Hitung
- 5
Analisis Hasil
💡 Tips Penggunaan:
- •Tanda negatif (-) pada F = -kx menunjukkan arah gaya pemulih berlawanan dengan arah regangan
- •1 cm = 0,01 m. Pastikan mengkonversi cm ke m sebelum menghitung
- •Semakin besar k (konstanta pegas), semakin kaku pegas (perlu gaya lebih besar untuk meregangkan)
- •Pada rangkaian seri, kt lebih kecil dari konstanta terkecil (lebih lentur)
- •Pada rangkaian paralel, kt lebih besar dari konstanta terbesar (lebih kaku)
- •Hukum Hooke hanya berlaku dalam batas elastisitas (belum deformasi plastis)
Contoh Perhitungan
Contoh 1: Gaya pada Shockbreaker Motor
Sebuah shockbreaker motor memiliki konstanta pegas 1000 N/m. Jika pegas tertekan sejauh 5 cm, berapa gaya yang dihasilkan?
- 1.Diketahui: k = 1000 N/m, Δx = 5 cm = 0,05 m
- 2.Gunakan rumus: F = k × Δx
- 3.F = 1000 × 0,05 = 50 N
- 4.Gaya pemulih = 50 N (tanda negatif diabaikan untuk besaran)
Shockbreaker menghasilkan gaya pemulih 50 Newton saat tertekan 5 cm. Gaya ini yang meredam guncangan jalan.
Contoh 2: Menghitung Konstanta Pegas Timbangan
Sebuah timbangan pegas menunjukkan angka 2 kg (19,6 N) saat digantungi beban dan pegas bertambah panjang 8 cm. Berapa konstanta pegas timbangan tersebut?
- 1.Diketahui: F = 2 kg × 9,8 m/s² = 19,6 N, Δx = 8 cm = 0,08 m
- 2.Dari F = k × Δx, maka k = F / Δx
- 3.k = 19,6 / 0,08 = 245 N/m
Konstanta pegas timbangan adalah 245 N/m. Semakin besar angka ini, semakin kaku pegas timbangan.
Contoh 3: Energi Potensial Pegas Mainan
Sebuah pegas mainan dengan k = 500 N/m ditekan sejauh 3 cm. Berapa energi potensial yang tersimpan dalam pegas tersebut?
- 1.Diketahui: k = 500 N/m, Δx = 3 cm = 0,03 m
- 2.Gunakan rumus: Ep = ½ × k × (Δx)²
- 3.Ep = 0,5 × 500 × (0,03)²
- 4.Ep = 250 × 0,0009 = 0,225 J
Energi potensial yang tersimpan adalah 0,225 Joule. Energi ini yang akan menggerakkan mainan saat pegas dilepaskan.
Contoh 4: Rangkaian Pegas Paralel pada Spring Bed
Sebuah spring bed menggunakan dua pegas paralel masing-masing dengan konstanta 1500 N/m dan 2000 N/m. Berapa konstanta total sistem pegas tersebut?
- 1.Diketahui: k₁ = 1500 N/m, k₂ = 2000 N/m (paralel)
- 2.Rumus paralel: kt = k₁ + k₂
- 3.kt = 1500 + 2000 = 3500 N/m
Konstanta total spring bed adalah 3500 N/m. Dengan dua pegas paralel, sistem menjadi lebih kaku (tidak melendut dalam) dibanding satu pegas saja.
Contoh 5: Rangkaian Pegas Seri pada Suspensi Mobil
Sebuah sistem suspensi menggunakan dua pegas seri dengan konstanta masing-masing 3000 N/m dan 6000 N/m. Berapa konstanta totalnya? Apa keuntungan rangkaian seri?
- 1.Diketahui: k₁ = 3000 N/m, k₂ = 6000 N/m (seri)
- 2.Rumus seri: 1/kt = 1/k₁ + 1/k₂
- 3.1/kt = 1/3000 + 1/6000 = 0,000333 + 0,000167 = 0,0005
- 4.kt = 1/0,0005 = 2000 N/m
Konstanta total menjadi 2000 N/m, lebih kecil dari pegas terlemah (3000 N/m). Rangkaian seri membuat suspensi lebih lentur/membal (soft ride) dibanding satu pegas kaku.