Kalkulator Sifat Koligatif Larutan

Hitung titik didih, titik beku, tekanan osmotik, dan tekanan uap

ΔTb = Kb × m × i

NaCl = 2, CaCl₂ = 3, Glukosa = 1

📚 Sifat Koligatif:

  • • Bergantung pada jumlah partikel terlarut, bukan jenisnya
  • • Faktor i: jumlah ion hasil disosiasi
  • • Kb (air) = 0.512 °C/m, Kf (air) = 1.86 °C/m
  • • R = 0.0821 L·atm/(mol·K) untuk tekanan osmotik

Hasil akan dihitung secara otomatis saat input terisi

Kalkulator Sifat Koligatif - Hitung Titik Didih, Titik Beku & Tekanan Osmotik

Sifat koligatif adalah sifat larutan yang hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan pada jenis zat terlarut. Ada empat sifat koligatif utama: penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik. Kenaikan titik didih (ΔTb) dihitung dengan rumus ΔTb = Kb × m × i. Penurunan titik beku (ΔTf) menggunakan rumus ΔTf = Kf × m × i. Tekanan osmotik (π) dihitung dengan π = MRT × i. Penurunan tekanan uap jenuh menggunakan ΔP = P₀ × Xt. Faktor Van't Hoff (i) menunjukkan jumlah partikel hasil disosiasi: i = 1 untuk non-elektrolit (gula), i = 2 untuk NaCl, i = 3 untuk CaCl₂.

ΔTb = Kb × m × i; ΔTf = Kf × m × i; π = MRT × i; ΔP = P₀ × Xt

Keterangan:

  • ΔTb= (contoh: 0.512 °C)
  • Kb= (contoh: 0.512 °C/m (air))
  • ΔTf= (contoh: 1.86 °C)
  • Kf= (contoh: 1.86 °C/m (air))
  • m= (contoh: 1 mol/kg)
  • i= (contoh: 2 (NaCl))
  • π= (contoh: 24.5 atm)
  • M= (contoh: 1 M)
  • R= (contoh: 0.0821 L·atm/(mol·K))
  • T= (contoh: 298 K)

Kategori:

Cara Menggunakan Kalkulator

  1. 1

    Pilih Sifat

    Pilih sifat koligatif yang ingin dihitung: Kenaikan Titik Didih, Penurunan Titik Beku, Tekanan Osmotik, atau Tekanan Uap

  2. 2

    Input Data

    Masukkan nilai parameter sesuai dengan sifat yang dipilih

  3. 3

    Faktor i

    Masukkan faktor Van't Hoff (i): 1 untuk non-elektrolit, 2 untuk NaCl, 3 untuk CaCl₂

  4. 4

    Hitung

    Klik tombol hitung untuk mendapatkan hasil

Contoh Perhitungan

Kenaikan Titik Didih Air

Soal:

Larutan 1 molal NaCl dalam air. Berapa kenaikan titik didih dan titik didih larutan? (Kb air = 0.512 °C/m)

Penyelesaian:
  1. 1.i = 2 (NaCl terionisasi menjadi Na⁺ dan Cl⁻)
  2. 2.ΔTb = Kb × m × i = 0.512 × 1 × 2 = 1.024 °C
  3. 3.Tb larutan = 100 + 1.024 = 101.024 °C
Hasil:ΔTb = 1.024 °C, Tb = 101.024 °C

Larutan mendidih pada 101.024 °C

Penurunan Titik Beku

Soal:

Larutan glukosa 0.5 molal dalam air. Berapa penurunan titik beku? (Kf air = 1.86 °C/m)

Penyelesaian:
  1. 1.i = 1 (glukosa non-elektrolit)
  2. 2.ΔTf = Kf × m × i = 1.86 × 0.5 × 1 = 0.93 °C
  3. 3.Tf larutan = 0 - 0.93 = -0.93 °C
Hasil:ΔTf = 0.93 °C, Tf = -0.93 °C

Larutan membeku pada -0.93 °C

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Mengapa sifat koligatif penting?
Sifat koligatif digunakan dalam kehidupan sehari-hari: garam untuk mencairkan es (menurunkan titik beku), mencegah air radiator membeku, osmosis pada sel, desalinasi air laut, dan menentukan massa molekul zat.
Apa itu faktor Van't Hoff (i)?
Faktor Van't Hoff menyatakan jumlah partikel hasil disosiasi. Non-elektrolit (gula, urea) tidak terionisasi sehingga i=1. Elektrolit terionisasi: NaCl→Na⁺+Cl⁻ (i=2), CaCl₂→Ca²⁺+2Cl⁻ (i=3), Al₂(SO₄)₃ (i=5).
Mengapa pakai garam untuk mencairkan es di jalan?
Garam menurunkan titik beku air. Air murni membeku pada 0°C, tapi larutan garam membeku di bawah 0°C. Dengan menaburkan garam, es akan mencair meski suhu masih di bawah 0°C, membuat jalan lebih aman.

Kalkulator Terkait

Referensi