Kalkulator Margin & Markup

Hitung margin dan markup penjualan

Markup = (Jual - Biaya) / Biaya × 100

Hasil akan dihitung secara otomatis saat input terisi

Kalkulator Margin Keuntungan - Hitung Profit Bisnis Online

Hitung margin keuntungan bisnis secara online dan akurat. Gunakan rumus Margin = (Keuntungan / Pendapatan) × 100% untuk menganalisis profitabilitas produk, menentukan harga jual, dan mengoptimalkan strategi bisnis Anda. Gratis tanpa registrasi, cocok untuk UMKM dan wirausaha.

Rumus Margin Keuntungan

Margin = ((Pendapatan − HPP) / Pendapatan) × 100%

Keterangan:

  • Margin
    Persentase keuntungan dari harga jual (selling price), dalam satuan persen(contoh: 30%)
  • Pendapatan
    Total pendapatan atau harga jual produk, dalam rupiah(contoh: Rp 500.000.000)
  • HPP
    Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold) — biaya produksi atau harga beli produk(contoh: Rp 350.000.000)

Cara Menghitung Margin Keuntungan

  1. 1

    Masukkan Pendapatan

  2. 2

    Masukkan Harga Pokok

  3. 3

    Klik Hitung

  4. 4

    Analisis Hasil

Contoh Perhitungan

Margin Bisnis dengan Revenue Rp 500 Juta dan HPP Rp 350 Juta

Soal:

Sebuah bisnis UMKM memiliki total pendapatan Rp 500.000.000 dan Harga Pokok Penjualan Rp 350.000.000. Berapa margin keuntungan bisnis tersebut?

Penyelesaian:
  1. 1.Keuntungan = Pendapatan − HPP = Rp 500.000.000 − Rp 350.000.000 = Rp 150.000.000
  2. 2.Margin = (Keuntungan / Pendapatan) × 100%
  3. 3.Margin = (Rp 150.000.000 / Rp 500.000.000) × 100%
  4. 4.Margin = 0,30 × 100%
  5. 5.Margin = 30%
Hasil:

Menentukan Harga Jual Berdasarkan Target Margin

Soal:

Seorang reseller ingin margin 40% untuk produk dengan harga beli Rp 100.000. Berapa harga jual yang harus ditetapkan?

Penyelesaian:
  1. 1.Rumus: Harga Jual = Harga Beli / (1 − Margin)
  2. 2.Harga Jual = Rp 100.000 / (1 − 0,40)
  3. 3.Harga Jual = Rp 100.000 / 0,60
  4. 4.Harga Jual = Rp 166.667
Hasil:

Membandingkan Margin dan Markup

Soal:

Produk dibeli Rp 50.000 dan dijual Rp 80.000. Hitung margin dan markup untuk melihat perbedaannya.

Penyelesaian:
  1. 1.Keuntungan = Rp 80.000 − Rp 50.000 = Rp 30.000
  2. 2.Margin = (Rp 30.000 / Rp 80.000) × 100% = 37,5%
  3. 3.Markup = (Rp 30.000 / Rp 50.000) × 100% = 60%
  4. 4.Kesimpulan: Margin 37,5% berarti 37,5% dari harga jual adalah keuntungan.
  5. 5.Markup 60% berarti harga jual 60% lebih tinggi dari harga beli.
Hasil:

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa perbedaan antara margin keuntungan dan markup?
Margin keuntungan dihitung dari harga jual (Keuntungan/Harga Jual × 100%), sedangkan markup dihitung dari harga pokok (Keuntungan/Harga Pokok × 100%). Contoh: beli Rp 100.000 jual Rp 150.000, margin = 33,3% dan markup = 50%. Margin selalu lebih kecil dari markup untuk angka positif.
Bagaimana cara menghitung margin keuntungan?
Rumus margin: Margin = ((Pendapatan − HPP) / Pendapatan) × 100%. Misalnya pendapatan Rp 500 juta, HPP Rp 350 juta, maka keuntungan Rp 150 juta dan margin = (150/500) × 100% = 30%.
Berapa margin keuntungan yang sehat untuk UMKM?
Untuk UMKM Indonesia, margin keuntungan bersih yang sehat umumnya 10–20% untuk bisnis ritel dan F&B. Margin di atas 20% tergolong sangat profitabel. Namun ini tergantung pada jenis industri, skala bisnis, dan tingkat persaingan di pasar.
Bagaimana cara meningkatkan margin keuntungan?
Beberapa cara: (1) mengurangi biaya produksi dengan mencari supplier lebih murah, (2) menaikkan harga jual secara strategis, (3) meningkatkan nilai produk melalui diferensiasi dan branding, (4) menjual produk tambahan (upselling/cross-selling), dan (5) meningkatkan efisiensi operasional.
Apa itu Harga Pokok Penjualan (HPP)?
HPP adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi atau memperoleh barang yang dijual. Untuk produk fisik: biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead produksi. Untuk reseller: harga beli produk ditambah biaya pengiriman dan kemasan.
Apakah margin 0% berarti tidak untung?
Ya, margin 0% berarti pendapatan sama dengan HPP sehingga tidak ada keuntungan. Ini dikenal sebagai titik impas (break-even point). Untuk bisnis yang sehat, margin harus positif untuk menutup biaya operasional lain seperti sewa tempat, gaji karyawan, dan biaya pemasaran.