Apa itu Uji Chi-Square (χ²)?
Uji Chi-Square (χ²) atau Chi-Kuadrat adalah metode statistik non-parametrik yang digunakan untuk menganalisis data kategorikal. Berbeda dengan T-Test atau ANOVA yang bekerja dengan data numerik/runtun, Chi-Square bekerja dengan frekuensi/proporsi untuk menjawab pertanyaan: "Apakah ada hubungan antara dua variabel kategorikal?" atau "Apakah distribusi data sesuai dengan harapan?"
Rumus Chi-Square (χ²)
χ² = Σ[(O - E)² / E]Rumus: χ² = Σ[(FO - FE)² / FE] (FO=Frekuensi Observasi, FE=Frekuensi Ekspektasi)Keterangan:
- χ²Chi-Square StatisticHasil perhitungan uji chi-square(contoh: 5.99)💡 Dibandingkan dengan nilai kritis χ²
- O / FOFrekuensi Observasi (Observed)Frekuensi yang benar-benar terjadi/teramati(contoh: 25)💡 Data aktual dari hasil penelitian
- E / FEFrekuensi Ekspektasi (Expected)Frekuensi yang diharapkan jika H0 benar(contoh: 20)💡 Basis perhitungan penyimpangan
- dfDegrees of Freedom (Derajat Kebebasan)df = (r-1)(c-1) untuk independensi, df = k-1 untuk GoF(contoh: 1 atau 5)💡 Mencari nilai kritis dari tabel χ²
- rJumlah Baris (Rows)Banyaknya kategori variabel baris(contoh: 2)💡 Menentukan df tabel kontingensi
- cJumlah Kolom (Columns)Banyaknya kategori variabel kolom(contoh: 3)💡 Menentukan df tabel kontingensi
Langkah-Langkah Uji Chi-Square
Pelajari chi square: uji statistik untuk menganalisis hubungan antar variabel kategorikal dan menguji kesesuaian data dengan distribusi yang diharapkan....
- 1Menentukan Hipotesis Nol (H0: variabel independen/tidak berhubungan) dan H1 (ada hubungan)
- 2Menyusun Tabel Kontingensi (untuk uji independensi) atau daftar kategori (untuk GoF)
- 3Menghitung Frekuensi Ekspektasi (E = (total baris × total kolom) / grand total untuk tabel, atau E = proporsi harapan × N untuk GoF)
- 4Menghitung χ² = Σ[(O-E)²/E] untuk setiap sel atau kategori
- 5Menentukan df dan nilai kritis χ², lalu bandingkan dengan χ² hitung, atau lihat p-value
Kategori:
Cara Menggunakan Kalkulator Chi-Square Kalkulab
Kalkulab menyediakan dua mode Chi-Square untuk berbagai kebutuhan. Pilih mode yang sesuai dan ikuti langkah-langkah berikut:
- 1
Pilih Jenis Uji
- 2
Masukkan Data
- 3
Tentukan Alpha (α)
- 4
Klik Tombol Hitung
- 5
Analisis Hasil
💡 Tips Penggunaan:
- •Pastikan frekuensi ekspektasi (E) setiap sel ≥ 5, jika tidak gabungkan kategori atau gunakan Fisher Exact Test
- •Chi-Square hanya untuk data kategorikal (nominal/ordinal), bukan numerik kontinu
- •Observasi harus independen (satu responden hanya satu kali pengukuran)
- •Untuk tabel 2×2 dengan sampel kecil, gunakan koreksi Yates Continuity Correction
- •Effect size untuk Chi-Square dapat dihitung dengan Cramér's V (0-1, semakin tinggi semakin kuat hubungan)
Contoh Perhitungan
Contoh1: Goodness of Fit - Uji Dadu Fair
Sebuah dadu dilempar 60 kali. Hasil: 1=8, 2=12, 3=11, 4=7, 5=13, 6=9. Apakah dadu tersebut fair (adil)? (α=0,05)
- 1.H0: Dadu fair (setiap sisi probabilitas = 1/6)
- 2.E = 60 / 6 = 10 untuk setiap sisi
- 3.χ² = (8-10)²/10 + (12-10)²/10 + (11-10)²/10 + (7-10)²/10 + (13-10)²/10 + (9-10)²/10
- 4.χ² = 0,4 + 0,4 + 0,1 + 0,9 + 0,9 + 0,1 = 2,8
- 5.df = 6-1 = 5, χ²-kritis (α=0,05, df=5) = 11,07
Karena χ² (2,8) < χ²-kritis (11,07) dan p > 0,05, H0 diterima. Dadu tersebut dinyatakan fair (adil).
Contoh2: Independence Test - Preferensi Produk vs Jenis Kelamin
Sebuah survey menguji hubungan antara jenis kelamin dan preferensi produk A vs B. Data: Pria-A=30, Pria-B=20, Wanita-A=25, Wanita-B=25. Apakah ada hubungan? (α=0,05)
- 1.H0: Jenis kelamin dan preferensi produk independen (tidak berhubungan)
- 2.H1: Ada hubungan antara jenis kelamin dan preferensi produk
- 3.Hitung E masing-masing: E(Pria-A) = (50×55)/100 = 27,5; E(Pria-B) = (50×45)/100 = 22,5
- 4.E(Wanita-A) = (50×55)/100 = 27,5; E(Wanita-B) = (50×45)/100 = 22,5
- 5.χ² = (30-27,5)²/27,5 + (20-22,5)²/22,5 + (25-27,5)²/27,5 + (25-22,5)²/22,5 = 1,01
Karena χ² (1,01) < χ²-kritis (3,841) dan p > 0,05, H0 diterima. Tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin dan preferensi produk.
Contoh3: Goodness of Fit - Preferensi Merek Laptop
Survey 100 mahasiswa tentang preferensi merek laptop: Asus=30, Acer=25, Lenovo=35, Lainnya=10. Apakah preferensi merata? (α=0,05)
- 1.H0: Preferensi merata (setiap merek 25%)
- 2.E = 100 × 0,25 = 25 untuk setiap merek
- 3.χ² = (30-25)²/25 + (25-25)²/25 + (35-25)²/25 + (10-25)²/25
- 4.χ² = 1 + 0 + 4 + 9 = 14
- 5.df = 4-1 = 3, χ²-kritis = 7,815
Karena χ² (14) > χ²-kritis (7,815) dan p < 0,05, H0 ditolak. Preferensi laptop tidak merata; Lenovo paling banyak disukai.
Contoh4: Independence Test - Kepuasan Pelanggan vs Tingkat Harga
Uji hubungan antara tingkat harga (Murah/Mahal) dan kepuasan (Puas/Tidak). Data: Murah-Puas=40, Murah-Tidak=20, Mahal-Puas=30, Mahal-Tidak=10. (α=0,05)
- 1.H0: Harga dan kepuasan independen
- 2.Total Puas=70, Tidak=30, Murah=60, Mahal=40, N=100
- 3.E(Murah-Puas)=60×70/100=42; E(Murah-Tidak)=60×30/100=18
- 4.E(Mahal-Puas)=40×70/100=28; E(Mahal-Tidak)=40×30/100=12
- 5.χ² = (40-42)²/42 + (20-18)²/18 + (30-28)²/28 + (10-12)²/12 = 0,76
χ² < χ²-kritis, p > 0,05, H0 diterima. Tidak ada hubungan signifikan antara tingkat harga dan kepuasan pelanggan.
Contoh5: Independence Test - Merokok vs Kanker Paru
Penelitian hubungan merokok (Ya/Tidak) dan kanker paru (Ya/Tidak). Data: Ya-Ya=45, Ya-Tidak=30, Tidak-Ya=15, Tidak-Tidak=60. (α=0,01)
- 1.H0: Merokok dan kanker paru independen
- 2.Total Merokok=75, Tidak Merokok=75, Kanker=60, Tidak Kanker=90, N=150
- 3.E(Ya-Ya)=75×60/150=30; E(Ya-Tidak)=75×90/150=45
- 4.E(Tidak-Ya)=75×60/150=30; E(Tidak-Tidak)=75×90/150=45
- 5.χ² = (45-30)²/30 + (30-45)²/45 + (15-30)²/30 + (60-45)²/45 = 22,5
χ² jauh > χ²-kritis (6,635 untuk α=0,01). H0 ditolak. Ada hubungan sangat signifikan: merokok berhubungan dengan kanker paru.