Apa itu Tuas (Pengungkit)?
Tuas atau pengungkit adalah salah satu jenis pesawat sederhana yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan dengan memanfaatkan prinsip keseimbangan momen gaya. Tuas terdiri dari batang keras yang berputar pada satu titik yang disebut titik tumpu (fulkrum). Prinsip kerja tuas berdasarkan hukum keseimbangan momen: momen kuasa sama dengan momen beban. Ada tiga jenis tuas berdasarkan posisi titik tumpu, beban, dan kuasa: Tuas Jenis I (gunting), Tuas Jenis II (gerobak), dan Tuas Jenis III (pinset).
Rumus Keseimbangan Tuas
F₁ × l₁ = F₂ × l₂atau: Kuasa × Lengan Kuasa = Beban × Lengan BebanKeterangan:
- F₁= Kuasa (gaya yang diberikan)(contoh: F₁ = 50 N)
- l₁= Lengan kuasa (jarak kuasa ke titik tumpu)(contoh: l₁ = 2 m)
- F₂= Beban (gaya yang dilawan)(contoh: F₂ = 100 N)
- l₂= Lengan beban (jarak beban ke titik tumpu)(contoh: l₂ = 1 m)
- KM= Keuntungan Mekanis = Beban/Kuasa = Lengan Kuasa/Lengan Beban(contoh: KM = 2)
Kategori:
Cara Menggunakan Kalkulator Tuas
- 1
Pilih Jenis Tuas
Pilih tuas jenis I, II, atau III sesuai kondisi soal.
- 2
Masukkan Nilai yang Diketahui
Masukkan nilai kuasa, beban, lengan kuasa, atau lengan beban yang diketahui.
- 3
Pilih Variabel yang Dicari
Tentukan nilai mana yang ingin dihitung.
- 4
Hitung
Klik tombol hitung untuk mendapatkan hasil dan keuntungan mekanis.
Contoh Perhitungan
Mengangkat Batu dengan Linggis
Sebuah linggis digunakan untuk mengangkat batu 500 N. Jika lengan beban 20 cm dan lengan kuasa 100 cm, berapa kuasa minimal yang diperlukan?
- 1.F₁ × l₁ = F₂ × l₂
- 2.F₁ × 100 = 500 × 20
- 3.F₁ = 10000/100 = 100 N
Dengan lengan kuasa 5× lebih panjang, kuasa yang diperlukan hanya 1/5 dari beban.
Keuntungan Mekanis Jungkat-jungkit
Anak bermassa 40 kg duduk 2 m dari titik tumpu. Berapa jarak anak bermassa 20 kg agar seimbang?
- 1.F₁ × l₁ = F₂ × l₂
- 2.20 × 10 × l₁ = 40 × 10 × 2
- 3.l₁ = 800/200 = 4 m
Anak yang lebih ringan harus duduk lebih jauh dari titik tumpu.